Attack-Attack I kissed a girl

Rabu, 30 Januari 2013

metode riset _ jurnal 1

Nama : Alfizar NPM : 10210550 Kelas : 3ea18 Judul : Pengaruh Faktor - Faktor Kepuasan Kerja Terhadap Kinerja Karyawan Pusat Pendidikan Komputer Akuntansi Imka Di Surakarta. Masalah: Bagaimanakah Pengaruh faktor kepuasan Kerja, yaitu Gaji Kepemimpinan, dan Sikap rekan sekerja terhadap Kinerja Karyawan yang terjadi di Pusat Pendidikan Komputer Akuntansi Imka di Surakarta. Pengarang : Parwanto Wahyuddin Tahun : - I. Latar Belakang Masalah Perusahaan yang siap berkompetisi harus memiliki manajemen yang efektif. untuk meningkatkan kinerja karyawan dalam manajemen yang efektif memerlukan dukungan karyawan yang cakap dan kompeten dibidangnya. disisi lain pembinaan para karyawan termasuk yang harus diutamakan sebagai aset utama perusahaan. proses belajar harus menjadi budaya perusahaan sehingga keterampilan para karyawan dapat dipelihara, bahkan dapat ditingkatkan. Dalam hal ini loyalitas karyawan yang kompeten harus diperhatikan. Karyawan yang memiliki sikap perjuangan, pengabdian, disiplin, dan kemampuan profesional sangat mungkin mempunyai prestasi kerja dalam melaksanakan tugas sehingga lebih berdaya guna dan berhasil guna. karyawan yang profesional dapat diartikan sebagai sebuah pandangan untuk selalu berpikir, kerja keras, bekerja sepenuh waktu, disiplin, jujur, loyalitas tinggi, dan penuh dedikasi demi untuk keberhasilan pekerjaannya.pengertian tersebut menggambarkan bahwa penyempurnaan di bidang personalia hanya selalu mendapat perhatian untuk menuju karyawan yang profesional dengan berbagai pendekatan dan kebijaksanaan. untuk itu, diperlukan adanya pembinaan, penyadaran, dan kemauan kerja yang tinggi untuk mencapai kinerja yang diharapkan. apabila karyawan penuh kesadaran bekerja optimal maka tujuan organisasi akan lebih mudah tercapai. Peningkatan sikap, perjuangan, pengabdian, disiplin kerja, dan kemampuan profesional dapat dilakukan melalui serangkaian pembinaan dan tindakan nyata agar upaya peningkatan prestasi kerja dan loyalitas karyawan dapat menjadi kenyataan. salah satu faktor yang mempengaruhi loyalitas karyawan adalah kepuasan kerja. II. Tujuan Penelitian tujuan dalam penelitian ini dibuat adalah untuk mengetahui pengaruh faktor - faktor kepuasan kerja terhadap kinerja karyawannya. III. Metodologi Penelitian analisis data yang digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor - faktor yang mempengaruhi kepuasan kerja sebagai varabel independen, yaitu gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja terhadap kinerja karyawan sebagai variabel dependen. analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh faktor - faktor kepuasan kerja sebagai variabel independen yaitu gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja terhadap variabel dependen ( kinerja karyawan ). Persamaan regresi linier berganda menurut Sugiyono dan Wibowo adalah sebagai berikut : Y : a+b1x1+b2x2+b3x3+e Y : Variabel Kinerja a : Konstanta Regresi Berganda b1,b2,b3 : Koefisien Regresi X1 : Variabel Gaji X2 : Variabel Kepemimpinan X3 : Variabel sikap rekan sekerja e : error ( variabel bebas lain diluar model regresi ). IV. Hasil dan Pembahasan Untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor kepuasan kerja yaitu gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja terhadap kinerja maka digunakan regresi berganda yaitu: 1. Model Regresi OLS (prosedur kuadrat terkecil biasa), dengan pengolahan data menggunakan program statistik SPSS terlampir, dapat disusun model sebagai berikut. Kin = 4,004 + 0,340 gaji + 0,319kepm + 0,009 skp (2,135)** (2,067)** (0,669) R2 = 0,267 F = 4,986 Normalitas (JB) = 8,082 Heteroskedastisitas (LM test) R2 = 0,178 2. Model regresi LPM (Linier Probability Model) dari hasil pengolahan data dengan menggunakan program SPSS, diperoleh hasil sebagaimana dapat dilihat pada rumusan fungsi regresi sebagai berikut. Kin = -602+0,002 Gaji+0,004 Kepm+0,006 Sikp (1,578) (2,348)** (4,108)*** R2 = 99,5% F = 2812,102 ( ) = menunjukkan thitung *** = signifikan pada taraf uj i 1 % ** = signifikan pada taraf uji 5 % Berdasarkan hasil uji tanda baik dengan metode OLS maupun LPM menunjukkan bahwa seluruh nilai b adalah positif. Artinya, menunjukkan bahwa hubungan semua aspek kepuasan kerja dan kinerja searah, yaitu setiap peningkatan kepuasan kerja akan meningkatkan kinerja pula. Uji signifikansi secara parsial (Uji-t), yaitu untuk mengetahui pengaruh secara parsial dan masing-masing variabel. Hasil print out program SPSS dengan motode OLS diperoleh nilai signifikansi gaji (X1) = 0,039, kepemimpinan (X2) = 0,045, dan sikap rekan sekerja (X3) = 0,507, dengan tingkat keyakinan 95 % atau α = 0,05, maka dapat disimpulkan terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel bebas gaji (X1) dan kepemimpinan (X2) terhadap kinerja, sedangkan variabel sikap rekan sekerja (X3) tidak mempunyai pengaruh terhadap variabel terikat kinerja (Y). Adapun pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kinerja adalah gaji (b1) = 0,340; kepemimpinan (b2) = 0,319; dan sikap rekan sekerja (b2) = 0,009. Berdasarkan besaran nilai b ketiga koefisien regresi tersebut dapat diketahui bahwa variabel yang paling dominan pengaruhnya adalah variabel gaji dengan nilai b1 = 0,340. V. Kesimpulan Berdasarkan hasil analisis data di atas, dapat ditarik menjadi beberapa simpulan sebagai berikut: a. Faktor kepuasan kerja, gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja mempunyai pengaruh signifikan dan positif terhadap kinerja karyawan. b. Sikap rekan sekerja merupakan faktor kepuasan kerja yang mempunyai pengaruh paling dominan besar dibandingkan variabel lain terhadap kinerja. c. Faktor kepuasan kerja, gaji, kepemimpinan, dan sikap rekan sekerja dapat menjelaskan variasi kinerja karyawan sebesar 99,5 % sedangkan sisanya 0,5 % dijelaskan oleh faktor kepuasan kerja lain di luar model. VI. Saran Menurut hasil penelitian di atas, disarankan kepada perusahaan agar: a. Gaji didudukkan sebagai salah satu faktor kepuasan kerja untuk meningkatkan kinerja karyawan dan berpengaruh secara signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan biaya hidup sehingga perlu dipikirkan adanya kenaikan gaji berkala kepada para karyawan. b. Pimpinan hendaknya berusaha untuk memberikan perhatian berupa penghargaan. Penghargaan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk yang sangat sederhana yaitu pujian atas prestasi. Hal ini berpengaruh besar terhadap kinerja karyawan. c. Perusahaan memperbaiki sistem penggajian sehingga gaji yang diterima karyawan dapat mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari.

Selasa, 04 Desember 2012

v-class no.1 - 3

1. pentingnya metodologi dan metode riset dalam kehidupan sehari-hari. jawaban Ternyata metodologi dan metode riset memiliki manfaat dalam kehidupan sehari - hari kita. Seperti ketika kita ingin membeli suatu produk atau barang , tentu kita melihat terlebih dahulu mitivasi kita membeli , tujuan kita membeli barang tsb dan membandingan produk merk A dengan merk B. 2. jelaskan manfaat Tinjauan Teori dan Pengembangan Hipotesis jawaban Manfaat tinjauan teori dan pengembangan hipotesis adalah sebagai acuan atau pentunjuk agar dapat mengembangkan suatu hipotesis yg nantinya menjadi suatu informasi. 3. manfaat dan tujuan pentingnya metodologi penelitian dalam penelitian ilmiah jawaban • tujuannya A. pengembangan & evaluasi konsep-konsep dasar B. memecahan masalah-masalah praktis • manfaatnya Metodologi penelitian dalam sangatlah penting dalam penelitian ilmiah. Karena dalam metodologi kita dapat melihat populasi yg akan kita teliti , menyebar kuisioner . Dari hasil kuisioner tsb kita dapat melihat hasilnya.

Metode ariset 5 latar belakang

Nama : Alfizar NPM : 10210550 Kelas : 3ea18 Tema : perilaku konsumen terhadap pembelian produk 1.1 latar belakang Perilaku konsumen adalah proses dan aktivitas ketika seseorang berhubungan dengan pencarian, pemilihan, pembelian, penggunaan, serta pengevaluasian produk dan jasa demi memenuhi kebutuhan dan keinginan. Perilaku konsumen merupakan hal-hal yang mendasari konsumen untuk membuat keputusan pembelian. Untuk barang berharga jual rendah (low-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan mudah, sedangkan untuk barang berharga jual tinggi (high-involvement) proses pengambilan keputusan dilakukan dengan pertimbangan yang matang. Pemahaman akan perilaku konsumen dapat diaplikasikan dalam beberapa hal, yang pertama adalah untuk merancang sebuah strategi pemasaran yang baik, misalnya menentukan kapan saat yang tepat perusahaan memberikan diskon untuk menarik pembeli. Ke dua, perilaku konsumen dapat membantu pembuat keputusan membuat kebijakan publik. Misalnya dengan mengetahui bahwa konsumen akan banyak menggunakan transportasi saat lebaran, pembuat keputusan dapat merencanakan harga tiket transportasi di hari raya tersebut. Aplikasi ke tiga adalah dalam hal pemasaran sosial (social marketing), yaitu penyebaran ide di antara konsumen. Dengan memahami sikap konsumen dalam menghadapi sesuatu, seseorang dapat menyebarkan ide dengan lebih cepat dan efektif. Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif. Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen. Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis. Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut. 1.2 perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah, maka dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1. Faktor apa sajakah yang mempengaruhi keputusan pembelian? 2. Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen? 3. Bagaimanakah pengaruh keputusan pembelian terhadap produk ? 1.3 tujuan Berdasarkan rumusan masalah yang telah dikemukakan, maka tujuan penelitian ini adalah : 1. Mengetahui faktor apa sajakah yang mempengaruhi keputusan pembelian. 2. Mengetahui Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen. 1.4 pengertian Konsumen adalah setiap orang pemakai barang dan atau jasa yang tersedia dalam masyarakat, baik bagi kepentingan diri sendiri, keluarga, orang lain, maupun makhluk hidup lain dan tidak untuk diperdagangkan. Jika tujuan pembelian produk tersebut untuk dijual kembali, maka dia disebut pengecer atau distributor. Pada masa sekarang ini bukan suatu rahasia lagi bahwa sebenarnya konsumen adalah raja sebenarnya, oleh karena itu produsen yang memiliki prinsip holistic marketing sudah seharusnya memperhatikan semua yang menjadi hak-hak konsumen Perilaku Konsumen adalah perilaku yang konsumen tunjukkan dalam mencari, menukar, menggunakan, menilai, mengatur barang atau jasa yang mereka anggap akan memuaskan kebutuhan mereka. Definisi lainnya adalah bagaimana konsumen mau mengeluarkan sumber dayanya yang terbatas seperti uang, waktu, tenaga untuk mendapatkan barang atau jasa yang diinginkan. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen antara lain adalah : Menurut James F. Engel - Roger D. Blackwell - Paul W. Miniard dalam Saladin terdapat tiga faktor yang mempengaruhinya, yaitu : • Pengaruh lingkungan, terdiri dari budaya, kelas sosial, keluarga dan situasi. Sebagai dasar utama perilaku konsumen adalah memahami pengaruh lingkungan yang membentuk atau menghambat individu dalam mengambil keputusan berkonsumsi mereka. Konsumen hidup dalam lingkungan yang kompleks, dimana perilaku keputusan mereka dipengaruhi oleh keempat faktor tersebut diatas. • Perbedaan dan pengaruh individu, terdiri dari motivasi dan keterlibatan, pengetahuan, sikap, kepribadian, gaya hidup, dan demografi. Perbedaan individu merupkan faktor internal (interpersonal) yang menggerakkan serta mempengaruhi perilaku. Kelima faktor tersebut akan memperluas pengaruh perilaku konsumen dalam proses keputusannya. • Proses psikologis, terdiri dari pengolahan informasi, pembelajaran, perubahan sikap dan perilaku. Ketiga faktor tersebut menambah minat utama dari penelitian konsumen sebagai faktor yang turut mempengaruhi perilaku konsumen dalam penambilan keputusan pembelian. Menurut Kotler dan Armstrong (1996) terdapat dua faktor dasar yang mempengaruhi perilaku konsumen yaitu faktor eksternal dan faktor internal. • Faktor eksternal Faktor eksternal merupakan faktor yang meliputi pengaruh keluarga, kelas sosial, kebudayaan, marketing strategy, dan kelompok referensi. Kelompok referensi merupakan kelompok yang memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung pada sikap dan prilaku konsumen. Kelompok referensi mempengaruhi perilaku seseorang dalam pembelian dan sering dijadikan pedoman oleh konsumen dalam bertingkah laku. • Faktor internal Faktor-faktor yang termasuk ke dalam faktor internal adalah motivasi, persepsi, sikap, gaya hidup, kepribadian dan belajar. Belajar menggambarkan perubahan dalam perilaku seseorang individu yang bersumber dari pengalaman. Seringkali perilaku manusia diperoleh dari mempelajari sesuatu. 1.4.1 faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen Sebelum dan sesudah melakukan pembelian, seorang konsumen akan melakukan sejumlah proses yang mendasari pengambilan keputusan, yakni: 1. Pengenalan masalah (problem recognition). Konsumen akan membeli suatu produk sebagai solusi atas permasalahan yang dihadapinya. Tanpa adanya pengenalan masalah yang muncul, konsumen tidak dapat menentukan produk yang akan dibeli. 2. Pencarian informasi (information source). Setelah memahami masalah yang ada, konsumen akan termotivasi untuk mencari informasi untuk menyelesaikan permasalahan yang ada melalui pencarian informasi. Proses pencarian informasi dapat berasal dari dalam memori (internal) dan berdasarkan pengalaman orang lain (eksternal). 3. Mengevaluasi alternatif (alternative evaluation). Setelah konsumen mendapat berbagai macam informasi, konsumen akan mengevaluasi alternatif yang ada untuk mengatasi permasalahan yang dihadapinya. 4. Keputusan pembelian (purchase decision). Setelah konsumen mengevaluasi beberapa alternatif strategis yang ada, konsumen akan membuat keputusan pembelian. Terkadang waktu yang dibutuhkan antara membuat keputusan pembelian dengan menciptakan pembelian yang aktual tidak sama dikarenakan adanya hal-hal lain yang perlu dipertimbangkan. 5. Evaluasi pasca-pembelian (post-purchase evaluation) merupakan proses evaluasi yang dilakukan konsumen tidak hanya berakhir pada tahap pembuatan keputusan pembelian. Setelah membeli produk tersebut, konsumen akan melakukan evaluasi apakah produk tersebut sesuai dengan harapannya. Dalam hal ini, terjadi kepuasan dan ketidakpuasan konsumen. Konsumen akan puas jika produk tersebut sesuai dengan harapannya dan selanjutnya akan meningkatkan permintaan akan merek produk tersebut pada masa depan. Sebaliknya, konsumen akan merasa tidak puas jika produk tersebut tidak sesuai dengan harapannya dan hal ini akan menurunkan permintaan konsumen pada masa depan. 1.4.2 Pendekatan dalam meneliti perilaku konsumen Terdapat tiga pendekatan utama dalam meneliti perilaku konsumen. Pendekatan pertama adalah pendekatan interpretif.[ Pendekatan ini menggali secara mendalam perilaku konsumsi dan hal yang mendasarinya. Studi dilakukan dengan melalui wawancara panjang dan focus group discussion untuk memahami apa makna sebuah produk dan jasa bagi konsumen dan apa yang dirasakan dan dialami konsumen ketika membeli dan menggunakannya. Pendekatan ke dua adalah pendekatan tradisional yang didasari pada teori dan metode dari ilmu psikologi kognitif, sosial, dan behaviorial serta dari ilmu sosiologi. Pendekatan ini bertujuan mengembangkan teori dan metode untuk menjelaskan perilaku dan pembuatan keputusan konsumen. Studi dilakukan melalui eksperimen dan survei untuk menguji coba teori dan mencari pemahaman tentang bagaimana seorang konsumen memproses informasi, membuat keputusan, serta pengaruh lingkungan sosial terhadap perilaku konsumen. Pendekatan ke tiga disebut sebagai sains pemasaran yang didasari pada teori dan metode dari ilmu ekonomi dan statistika. Pendekatan ini dilakukan dengan mengembangkan dan menguji coba model matematika berdasarkan hierarki kebutuhan manusia menurut Abraham Maslow untuk memprediksi pengaruh strategi marketing terhadap pilihan dan pola konsumsi, yang dikenal dengan sebutan moving rate analysis. Ketiga pendekatan sama-sama memiliki nilai dan tinggi dan memberikan pemahaman atas perilaku konsumen dan strategi marketing dari sudut pandang dan tingkatan analisis yang berbeda. Sebuah perusahaan dapat saja menggunakan salah satu atau seluruh pendekatan, tergantung permasalahan yang dihadapi perusahaan tersebut. 1.4.3 pengaruh keputusan pembelian terhadap produk Dalam hal perilaku konsumen dan beberapa factor pengambilan keputusan adlah sangat berpengaruh, karna dimana para konsumen memilah mana yang cukum memenuhi standar dalam pelengkap kehidupan ekonomi. Dan juga dimana keputusan ini sangatlah penting bagi sebuah perusahaan untuk mencapai satu tujuan. 1.5 Hipotesis Berdasarkan latar belakang masalah rumusan masalah dan kerangka pikir yang telah dikemukakan di atas, maka penulis merumuskan sebuah hipotesis penelitian sebagai berikut : H1: perilaku konsumen sangatlah berpengaruh terhadap pembelian produk H2: produk yang dihasilkan suatu perusahaan akan menentukan perilaku konsumen terhadap pembelian 1.6 METODOLOGI 1. Jenis Data Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini antara lain: 1. Data Kualitatif, yaitu data yang berbentuk kata, kalimat, skema, dan gambar, seperti literatur-literatur serta teori-teori yang berkaitan dengan penelitian penulis. 2. Data kualitatif ialah data yang dinyatakan dalam bentuk skala numerik atau angka, seperti: data kualitatif yang diangkakan ( scoring ). 2. Sumber Data Sumber data yang akan menjadi bahan analisis dalam penulisan ini dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu: 1. Menurut (Algifari, 2003) data primer merupakan data yang diperoleh langsung dari sumbernya, diamati, dan dicatat untuk pertama kalinya. Data primer dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan kuesioner (Ferdinand, 2006). Kemudian dalam pengumpulan data primer ini, peneliti mengkombinasikan ketiganya yang ditujukan kepada para responden. Hal tersebut dilakukan dengan mengacu penjelasan Ferdinand (2006) bahwa semua teknik pengumpulan data berpotensi menghasilkan bias atau kesalahan, maka yang harus dilakukan adalah memperkecil potensi bias tersebut dengan cara mengkombinasikan beberapa teknik sekaligus. 2. Data sekunder adalah data yang diperoleh secara tidak langsung, mengacu pada informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada diluar responden (Sekaran, 2006). 3. Teknik Pengumpulan Data Metode pengumpulan data primer dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Pengamatan (observasi) Adalah cara pengumpulan data dengan melakukan pengamatan secara langsung pada obyek penelitian, dan hal-hal yang berhubungan dengan masalah (Purnamasari, 2008). 2. Wawancara (Interview) Yaitu cara pengumpulan data dengan jalan melakukan komunikasi dan tatap muka langsung melalui proses tanya jawab secara lisan kepada responden yang terpilih sebagai sampel (Mas’ud, 2004). 3. Angket (Questionary) Merupakan cara pengumpulan data dengan membuat daftar pertanyaan yang teratur dan sistematis, serta dapat dilakukan lewat telepon, surat, atau bertatap muka secara langsung dengan responden yang terpilih sebagai sampel (Ferdinand, 2006). Metode pengumpulan data sekunder yaitu dengan metode dokumentasi. Metode dokumentasi dilakukan peneliti dengan cara: mengamati dengan membaca, melakukan kajian teoritik, dan mencatat, sebagai langkah relevan dari studi pustaka teori, serta studi pustaka hasil penemuan. 4. Populasi dan Sampel 1. Populasi Populasi adalah gabungan dari seluruh elemen yang berbentuk peristiwa, hal, atau orang yang memiliki karakteristik serupa yang menjadi pusat perhatian peneliti, karena itu dipandang sebagai sebuah semesta penelitian (Ferdinand, 2006). 2.Sampel Sampel menurut Priyatno (2008) merupakan bagian dari populasi yang akan diteliti. Ferdinand (2006) menjelaskan bahwa agar hasil penelitian bisa lebih dipercaya dan akurat, idealnya seorang peneliti harus meneliti secara detail seluruh anggota populasi, namun karena suatu hal atau kesulitan yang muncul yang terkadang diluar kemampuan peneliti maka peneliti tidak bisa meneliti seluruh anggota populasi, dan yang bisa dilakukan peneliti yaitu meneliti sampel. Selanjutnya Ferdinand (2006) menambahakan bahwa dalam prakteknya pemilihan sampel dirasakan lebih baik (efisien dan efektif) daripada memilih seluruh anggota populasi, yang terkadang penelitian yang dilakukan terhadap sampel bisa lebih dihandalkan. Lalu sampel yang baik adalah sampel yang dapat mengukur apa yang seharusnya diukur (valid), dan dapat mewakili karakteristik populasi (generalisasi) (Mustofa, 2000). n = N ………………………………………….… (1) 1+ Ne2 Dimana : n = Ukuran Sampel N = Ukuran Populasi e = Persen kolonggaran ketidaktelitian karena kesalahan pengambilan sampel yang masih dapat ditolerir atau diinginkan, (dengan populasi 58.598 orang batas-batas toleransi sekitar 10 %). 5. Pengukuran Variabel Untuk memper mudah pengujian terhadap analisis yang digunakan, idealnya data yang digunakan dalam bentuk skala interval (scaled values). Pada penelitian ini, data yang tersedia dalam bentuk skala ordinal dengan menggunakan skala likert. Cara perhitungan yang digunakan pada skala likert sendiri adalah dengan menghadapkan seorang responden dengan beberapa pertanyaan dan kemudian diminta untk memberikan jawaban. Data yang berhasil dikumpulkan dari kuesioner selanjutnya akan diukur dengan bobot hitung 1 sampai 5, dengan kategori: 1. Jawaban sangat setuju diberi bobot 5. 2. Jawaban setuju diberi bobot 4. 3. Jawaban cukup setuju/netral diberi bo bo t 3. 4. Jawaban tidak setuju diberi bobo t 2. 5. Jawaban sangat tidak setuju d iberi bobot 1. Prosedur diatas dipakai dengan menggunakan pedoman yang paling umum digunakan. Walizer dan Wiener (1993) sebagaimana yang dikutip Imran (2009:39) menyatakan bahwa skala Likert kadang kadang disebut dengan “suatu penilaian yang dijumlahkan”, karena semua jawaban diberi bobot dan kemudian ditambahkan untuk mendapatkan suatu jumlah. Skala Likert ini kemud ian menskala individu yang bersangkutan dengan menambahkan bobot dari jawaban yang dipilih. 6. Identifikasi Operasional Variabel Variabel pada umumnya dikategorikan menjadi 2 macam yaitu 1. Variabel terikat (Dependent Variable). Variabel terikat adalah variabel yang dipengaruhi oleh variabel bebas yang sifatnya tidak dapat berdiri sendiri serta menjadi perhatian utama peneliti. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel terikat adalah kinerja pegawai (Y). 2. Variabel bebas (Independent Variable). Variabel bebas yaitu variabel yang mempengaruhi variabel terikat, baik itu secara positif atau negatif, serta sifatnya dapat berdiri sendiri. Dalam penelitian ini yang menjadi variabel bebas ialah gaya kepemimpinan (X1), dan motivasi kerja (X2) 7. Metode Analisis Data Untuk menjawab rumusan masalah yang dikemukakan oleh penulis, maka analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Analisis Regresi Berganda Estimasi yang dilakukan ditujukan untuk menggambarkan suatu pola hubungan ke dalam fungsi atau persamaan yang ada di antara variabel-variabel tersebut (Ghozali, 2006). Adapun persamaan regresi linier bergandanya adalah sebagai berikut : 63 Y = a + b1X1+ b2 X2 + b3X3 +e….. Dimana: Y = Variabel dependen (kinerja pegawai) X1 = Variabel independen (gaya kepemimpinan) X2 = Variabel independen (motivasi kerja) a = Konstanta b1,b2 = Koefisien regresi e = Variabel lain yang tidak diteliti atau dimasukkan dalam model 8. Pengujian Hipotesis Pengujian hipotesis dilakukan untuk memperoleh kebenaran atas apa yang telah di hipotesiskan di bab tinjauan pustaka. Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah yang diteliti, dimana jawaban itu masih bersifat lemah, dan perlu dilakukan pengujian secara empiris kebenarannya, dengan melakukan pembuktian statistik.3. Pengujian Hipotesis Selanjutnya dari persamaan regresi berganda dilakukan uji statistik dengan prosedur pengujiannya sebagai berikut : 1. Uji F Dalam penelitian ini, uji F digunakan untuk mengetahui tingkat siginifikansi pengaruh variabel-variabel independen (perilaku konsumen) secara bersama-sama (simultan) terhadap variabel dependen (pembelian produk) (Ghozali, 2006). Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah: 64 Ho: Tidak ada pengaruh secara signifikan antara variabel-variabel bebas (perilaku konsumen) terhadap variabel terikat (pembelian produk). Ha: Ada pengaruh secara signifikan antara variabel-variabel bebas (perilaku konsumen) terhadap variabel terikat (pembelian produk). Cara melakukan uji F adalah sebagai berikut: 1. Membandingkan hasil besarnya peluang melakukan kesalahan (tingkat signifikansi) yang muncul, dengan tingkat peluang munculnya kejadian (probabilitas) yang ditentukan sebesar 5% atau 0,05 pada output, guna mengambil keputusan menolak atau menerima hipotesis nol (Ho): a. Apabila signifikansi > 0.05 maka keputusannya adalah menerima Ho dan menolak Ha b. Apabila signifikansi < 0.05 maka keputusannya adalah menolak Ho dan menerima Ha 2. Membandingkan nilai statistik F hitung dengan nilai statistik F tabel: a. Apabila nilai statistik F hitung < nilai statistik F tabel, maka Ho diterima b. Apabila nilai statistik F hitung > nilai statistik F tabel, maka Ho ditolak Rumus uji F adalah (Priyatno, 2008): Di mana: R2 = koefisien korelasi berganda dikuadratkan n = jumlah sampel k = jumlah variabel bebas 2. Uji t Uji t digunakan untuk menguji signifikansi hubungan antara variabel X dan Y, apakah variabel X1, dan X2 (perilaku konsumen) benar-benar berpengaruh terhadap variabel Y (pembelian produk) secara individual atau parsial (Ghozali, 2006). Hipotesis yang digunakan dalam pengujian ini adalah: Ho: Secara parsial tidak ada pengaruh signifikan antara variabel-variabel bebas (perilaku konsumen) terhadap variabel terikat (pembelian produk).

metode riset 4

Nama : Alfizar NPM : 10210550 Kelas : 3ea 18 Tema Perilaku konsumen Dalam penjualan, kita harus mengetahui perilaku para konsumen terhadap barang yang di produksi oleh sebuah perusahaan. Jadi, The American Marketing Association mendefinisikan perilaku konsumen sebagai interaksi dinamis dari pengaruh dan kesadaran, perilaku, dan lingkungan dimana manusia melakukan pertukaran aspek hidupnya. Dalam kata lain perilaku konsumen mengikutkan pikiran dan perasaanyang dialami manusia dan aksi yang dilakukan saat proses konsumsi (Peter & Olson, 2005). Perilaku konsumen menitikberatkan pada aktivitas yang berhubungan dengan konsumsi dari individu. Perilaku konsumen berhubungan dengan alasan dan tekanan yang mempengaruhi pemilihan, pembelian, penggunaan, dan pembuangan barang dan jasa yang bertujuan untuk memuaskan kebutuhan dan keinginan pribadi (Hanna & Wozniak, 2001).

Selasa, 23 Oktober 2012

Metode Riset Latar Belakang

Nama : Alfizar NPM : 10210550 Kelas : 3ea18 Tema : keputusan pembelian kendaraan bermotor 1.1 Latar Belakang Menjadi suatu pilihan ketika akan membeli kendaraan bermotor dan pilihannya akan jatuh kepada motor metic honda vario. Salah satu sepeda motor yang sedang digemari masyarakat adalh motor matic dengan sistem injeksi yang sudah terkenal bisa membuat irit bahan bakar dan tentu saja dapat dibeli dengan harga murah. Perkembangan industri otomotif dewasa ini sangat pesat. Hal ini bisa dilihat dari bnyaknnya merek kendaraan bermotor yang muncul di pasaran mulai dari merek Jepang samapi ke Motor Cina. Meskipun tujuan utama pembuatan motor matic adalah untuk perempuan, kini laki-laki pun banyak yang menggunakan jenis motor matic ini karena dianggap mudah menggunaknnya. Dari kondisi tersebut di atas, dan semakin tingginya mobilitas dan kebutuhan masyarakat, maka membawa pengaruh terhadap perilaku konsumen dalam pembelian motor matic. Di samping itu konsumen memiliki kebebasan dalam memilih produk. Untuk itu produsen memerlukan strategi dengan tujuan mencapai keunggulan bersaing dan memerlukan informasi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen dalam melakukan pembelian suatu produk. 1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang dirumuskan masalah sebagai berikut : 1. Mengetahui dan menganalisis pengaruh perilaku konsumen yang terdiri dari faktor penampilan, spesifikasi, harga, dorongan sosial, dan promosi terhadap keputusan untuk membeli produk motor matic. 2. Mengetahui diantara faktor penampilan, spesifikasi, harga, dorongan sosial, dan promosi yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan konsumen untuk membeli motor matic. 1.3 Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian adalah : a. Untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh perilaku konsumen yang terdiri dari faktor penampilan, spesifikasi, harga, dorongan sosial, dan promosi terhadap keputusan untuk membeli motor matic. b. Mengetahui diantara faktor penampilan, spesifikasi, harga, dorongan sosial, dan promosi yang berpengaruh paling dominan terhadap keputusan konsumen untuk membeli produk notebook. 1.3 Manfaat Penelitian 1. Sebagai bahan masukan bagi produsen motor matic dalam menetukan kebijakan dan strategi pasar. 2. Dapat memperluas pengetahuan peneliti dalam bidang pemasaran khususnya perilaku konsumen dalam keputusan membeli. 3. Sebagai referensi bagi peneliti selanjutnya yang akan melakukan penelitian pemasaran di masa yang akan datang.

Metodee Riset 3

Nama : Alfizar NPM : 10210550 Kelas : 3ea18 Tema : Perilaku Konsumen dalam Pembelian Produk Judul : Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda Vario Pada Masyarakat di Wilayah Pamulang BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan sesuatu yang unik, karena preferensi dan sikap terhadap obyek setiap orang berbeda. Selain itu konsumen berasal dari beberapa segmen, sehingga apa yang diinginkan dan dibutuhkan juga berbeda. Masih terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Produsen perlu memahami perilaku konsumen terhadap produk atau merek yang ada di pasar, selanjutnya perlu dilakukan berbagai cara untuk membuat konsumen tertarik terhadap produk yang dihasilkan. Assael (1995) dalam Sodik (2004) mengembangkan model perilaku konsumen dengan menetapkan tiga faktor yang berpengaruh terhadap perilaku konsumen. Faktor pertama yang berpengaruh pada konsumen adalah stimuli. Stimuli menunjukkan penerimaan informasi oleh konsumen dan pemprosesan informasi terjadi saat konsumen mengevaluasi informasi dari periklanan, teman atau dari pengalaman sendiri. Pengaruh kedua berasal dari Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi proses atau keputusan pembelian telah banyak dilakukan. Melalui riset ini akan dianalisis mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi terhadap keputusan pembelian sepeda motor HondaVario . Ketertarikan pemilihan merek tersebut karena produk sepeda motor Honda vario semakin diminati tidak hanya dikalangan wanita Indonesia tetapi juga seluruh kalangan anak muda. Gaya hidup modern merupakan salah satu faktor individu yang dapat mempengaruhi perilaku pembelian seseorang, Sepeda motor Honda vario adalah salah satu sepeda motor outometic atau disebut juga Skutermatik yang dulunya di rancang khusus untuk wanita, tetapi sekarang diminati oleh semua kalangan anak muda. 2. Masalah a. Batasan masalah berdasarkan batasan masalah yang dikemukakan sebelumnya, permasalahan yang dihadapi adalah volume penjualan sepedah motor honda vario yang berada diposisi no 2 sehingga pihak honda sendiri harus merilis produk baru yang dia beri nama honda beat. Dilihat dari pendahuluan di atas di tarik beberapa pertanyaan yaitu: Apakah kualitas produk berpegaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda vario pada masyarakat wilayah Pamulang? Apakah promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda vario pada masyarakat wilayah Pamulang? Apakah desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda vario pada masyarakat wilayah Pamulang? Apakah secara bersama-sama kualitas produk, promosi, dan desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor honda vario pada masyarakat wilayah Pamulang? Faktor manakah diantara kualitas produk, promosi, dan desain yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor honda vario pada masyarakat wilayah Pamulang? b. Tujuan penelitian sesuai dari rumusan masalah di atas dapat di lihat tujuan masalah dari penelitian ini adalah : 1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produksi, promosi, dan desain terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda vario pada masyarakat wilayah Pamulang baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. 2. Untuk mengetahui faktor yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Honda vario pada masyarakat wilayah Pamulang. c. kerangka teori kualitas produk berpegaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian- produk desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk secara bersama-sama kualitas produk, promosi, dan desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk Keterangan Sepeda motor model Skutermatik semakin melaju. Kontribusinya hampir setara dengan penjualan sepeda motor model Bebek 125cc ke atas yang merupakan produk andalan. Dapat dilihat tercatat volume penjualan semester pertama tahun 2007 sebagai berikut: Tabel 1.1 Volume penjualan semester pertama tahun 2007 Skutik Posisi Model / Type Penjualan 1 Yamaha mio 224.190 2 Honda beat 220.180 3 Suzuki Spin 27.809 4 Yamaha Nouvo 8.388 5 Kymco Free 2.711 Sumber: Tabloid Otomotif (Edisi 16/XVII/2007, 20 juli 2007) Prestasi yang baik diraih oleh Honda vario yang mampu berada di posisi 2 padahal ini termasuk skutermatik yang baru datang belakangan. Tentu saja perusahaan honda tidak tinggal diam. Dan untuk mendapatkan posisi nomer satu, honda bulan Agustus 2007 merilis Honda beat yang tampangnya lebih ramping . Rupanya Honda sadar bahwa walau pun Honda beat dibuat untuk wanita, tetapi pemakai beat justru lebih banyak pria. Sedangkan Yamaha Nouvo cukup berada di posisi 4 mengungguli Kymco si pelopor pertama sepeda motor outomatik.Tabloid Otomotif (Edisi 16/XVII/2007, 20 juli 2007)

Metode Riset jurnal 2

Nama : Alfizar NPM : 10210550 Kelas : 3ea18 Judul : PENGARUH KUALITAS PRODUK, PROMOSI DAN DESAIN TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KENDARAAN BERMOTOR YAMAHA MIO Pengarang : ASIH PURWANTO Tema : Perilaku Konsumen dalam Pembelian sebuah Produk Latar belakang masalah : Perilaku pembelian seseorang dapat dikatakan sesuatu yang unik, karena preferensi dan sikap terhadap obyek setiap orang berbeda. Selain itu konsumen berasal dari beberapa segmen, sehingga apa yang diinginkan dan dibutuhkan juga berbeda. Masih terdapat banyak faktor yang berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Produsen perlu memahami perilaku konsumen terhadap produk atau merek yang ada di pasar, selanjutnya perlu dilakukan berbagai cara untuk membuat konsumen tertarik terhadap produk yang dihasilkan. Masalah : Dari latar belakang masalah, perumusan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Apakah kualitas produk berpegaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Surakarta? 2. Apakah promosi berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Surakarta? 3. Apakah desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Surakarta? 4. Apakah secara bersama-sama kualitas produk, promosi, dan desain berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamha mio pada masyarakat wilayah Surakarta? 5. Faktor manakah diantara kualitas produk, promosi, dan desain yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Surakarta? Tujuan : Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mengetahui pengaruh kualitas produksi, promosi, dan desain terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yahama Mio pada masyarakat wilayah Surakarta baik secara sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama. 2. Untuk mengetahui faktor yang mempunyai pengaruh dominan terhadap keputusan pembelian produk sepeda motor Yamaha Mio pada masyarakat wilayah Surakarta. Metodologi : 1. Data dan sampel Sumber data diperoleh dari data primer dari responden dan data dari BPS tentang data penduduk kota Surakarta. Dengan mengambil sampel sebanyak 100 orang. 2. Alat analisis Teknik pengambilan sampel menggunakan metodeAccidental Quota Sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang dapat dilakukan sewaktu – waktu sampai jumlah sampel (quota) yang diinginkan terpenuhi. 3. Model penelitian Menggunakan banyak cara penelitian seperti model perilaku yang dilakukan oleh Kotler (1997) dan model perilaku yang dikembangkan oleh Assael (1995). Analisis dan hasil Hasil penelitian menghasilkan beberapa gambaran yaitu : gambaran umum kota Surakarta, gambaran umum PT. YAMAHA INDONESIA, gambaran umun Yamaha Mio, dan profil responden.